RSS

Pengenalan Sistem Terdistribusi

24 Apr

Pengenalan Sistem Terdistribusi

Definisi Sitem Terdistribusi

Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung kesuatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat sebagai satu komputer.

Dengan menjalankan sistem terdistribusi, komputer dapat melakukan : Koordinasi Aktifitas dan berbagi sumber daya: hardware, software dan data.

Contoh Sistem Terdistribusi

  • Sistem Telepon : ISDN, PSTN
  • Manajemen Jaringan: Adminstrasi sesumber jaringan
  • Network File System (NFS) : Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui jaringan
  • WWW : Arsitektur client/server yang diterapkan diatas Infrastruktur internet, Shared Resource (melaluiURL)

Keuntungan Sistem Terdistribusi

  • Performance
  • Distribution
  • Reliability (Fault tolerance)
  • Incremental Growth
  • Sharing Data/Resources

Kelemahan pada sistem terdistribusi adalah

  • Kesulitan dalam membangun perangkat lunak
  • Bahasa pemrogramman, sistem operasi dll.
  • Masalah Jaringan: merancang & mengimplementasikan sistem.
  • Masalah Keamanan: berbagidata/sumberdaya
  • Berkaitan dengan keamanan data dll.

Karakteristik Sistem Terdistribusi

Hal yang diperhatikan dalam membangun sistem terdistribusi:

  1. Transparency (Kejelasan)
  2. Communication (Komunikasi)
  3. Performance & Scalability (KinerjadanRuangLingkup)
  4. Heterogenity(Keanekaragaman)
  5. Opennes(Keterbukaan)
  6. Reliability dan Fault Tolerancy (Kehandalan danToleransi Kegagalan)
  7. Security (Kemanan)

Model dalam SistemTerdistribusi :

  1. Model Arsitektur(Architectural Models)
  2. Model Interaksi(Interaction Models)
  3. Model Kegagalan(Failure Models)
  1. Architectural Models

Cara kerja antar komponen sistem dan bagaimana komponen tsb berada pada sistem terdistribusi:

– Client -Server Model

– Proxy Server

– Peer processes ( peer to peer )

Client-Server Model

Model client-server biasanya berbasiskan protokol request/reply.

Contoh: Implementasi RPC (Remote Procedure Calling) danRMI (Remote Method Invocation) :

client mengirimkan request berupa pesan ke server untuk mengakses suatu service.

server menerima pesan tersebut dan mengeksekusi request client dan mereply hasil ke client

Proxy Server

menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang diatur oleh server lain dipakai untuk menyimpan hasil copy web resources.

Ketika client melakukan request kes erver, proxy server diperiksa apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server.

Diletakkan pada setiap client atau dapat dipakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.

Peer Process

Semua proses(object) mempunyai peranyang sama.Proses berinteraksi tanpa adanya perbedaan antara client dan server. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Merupakan model yang paling general dan fleksible.

  1. Interaction Models

dibagi menjadi dua bagian:

  • Synchronous distributed system
  • Asynchronous distributed system Synchronous Distributed System

Batas atas dan batas bawah waktu pengeksekusian dapat diset. Pesan yang dikirim, diterima dalam waktu yang sudah ditentukan. Fluktuasi ukuran antara waktu lokal berada dalam suatu batasan.

Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan synchronous distributed sistem:

  • terdapat satu waktu global
  • dapat memprediksi perilaku(waktu)
  • dimungkinkan dan aman untuk menggunakan mekanisme timeout dalam mendekteksi error atau kegagalan dalam proses atau komunikasi

Asynchronous Distributed System

  • Banyak sistem terdistribusi yang  menggunakan model interaksi ini(termasuk Internet)
  • Tidak ada batasan dalam waktu pengkeksekusian.
  • Tidak ada batasan dalam delay transmission (penundaan pengiriman)
  • Tidak ada batasan terhadap fluktuasi waktu local. Asynchronous system secara parktek lebih banyak digunakan.
  1. Failure Models

Kegagalan apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana efek yang ditimbulkan?

  • Omission Faluires
  • Arbitary Failures
  • Timing Failures

Model Kegagalan (Failure Models) dibutuhkandalam membangun suatu sistem dengan prediksi terhadap kagagalan yang mungkin terjadi.

OmmisionFailures :

Ketika prosesor dan kanal komunikasi mengalami kegagalan untuk melakukan halyang seharusnya dilakukan.

Dikatakan tidak mempunyai ommision failures apabila:

  • Terjadi keterlambatan (delayed) tetapi akhirnya tetap tereksekusi.
  • Sebuah aksi dieksekusi walaupun terdapat kesalahan pada hasil.

Dengan synchronous system, ommision failures dapat dideteksi dengan timeouts.

ArbitaryFailures

kegagalan yang paling buruk dalam sistem.

Tahapan proses atau komunikasi diabaikan atau yang tidak diharapkan terjadi dieksekusi -> hasil yang diharapkan tidak terjadi atau megeluarkan hasil yang salah.

Timing Failures

Dapat terjadi pada synchronous system, dimana batas waktu diatur untuk eksekusi proses, komunikasi dan fluktuasi waktu.

Timing Failures terjadi apabila waktu yang telah ditentukan terlampaui.

Sumber : http://loveensimple.blogspot.com/2014/01/catatan-pengenalan-sistem-terdistribusi.html

 
Leave a comment

Posted by on April 24, 2015 in Coretanku

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: